3 hours 9 minutes
Some articles contain affiliate links (marked with an asterisk *). If you click on these links and purchase products, we will receive a small commission at no extra cost to you. Your support helps to keep this site running and to continue creating useful content. Thank you for your support!
Lupus barangkali tipe pemuda paling santai. Dengan penampilannya yang sederhana, ia memang bukan figur Rambo yang perkasa. Postur tubuhnya bahkan cenderung kurus. Pun bagi kebanyak avant-garde generasi pop masa kini yang maunya serba wah, ia tentu tak masuk hitungan. Tapi, siapakah Lupus? Lupus hanya seorang siswa SMA Merah Putih yang meski sakit gigi, namun tetap menolak melepas permen karet dari bibir, yang gemar mengejar bis kota ketika berangkat dan pulang sekolah, yang punya teman dekat Poppi tapi naksir Rina, yang gaya jawaban ringan tanpa beban makanya jadi lucu. Itu jawaban sementara memang. Jawaban selanjutnya tentu terangkum dalam buku ini. Di saat khalayak mulai kebingungan mencari tokoh segar yang mampu melepas belitan persoalan sehari-hari, Lupus agaknya datang untuk itu. Dan kalau boleh sombong, rasanya inilah gaya penulisan fiksi terbaru-sangat santai, tapi juga menuju ke pokok persoalan. Karena itu membaca judul kedua dalam seri Lupus: Cinta Olimpiade ini, terasa sama menariknya dengan menikmati kenangan indah tentang kamu sendiri. Coba saja.